Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi manusia. Pada tahun 2005 – 2006 tercatat terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana alam tersebut diantaranya gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, dan tanah longsor [2] . Gempa bumi merup akan salah satu f enomena alam yang dapat disebabkan oleh buatan Indonesia sebagai negara kepulauan rawan terhadap bencana alam. Kejadian bencana alam mengalami peningkatan setiap tahun, dilaporkan sejak tahun 2012 terdapat 1.811 kejadian dan meningkat hingga tahun 2016 dengan 1.986 kejadian bencana (BNPB, 2016 ; Gaffar, 2015 ; BNPB, 2013). Ancaman bencana bagi masyarakat pesisir sangatlah besar, terutama bagi mereka yang hidup di kawasan pesisir Yogyakarta. Masyarakat yang hidup di Yogyakarta sudah dibekali oleh nenek moyang mereka terkait tanda alam sebagai peringatan dini akan datangnya berbagai macam bencana, baik itu tsunami, angin puting beliung, maupun tanah longsor. daerah yang rawan akan bencana alam, terutama bencana alam tsunami. Bencana alam tsunami terakhir kali terjadi di Kabupaten Lampung Selatan pada 22 Desember 2018 lalu dan berdasarkan data dari Bappeda Kabupaten Lampung Selatan, ada sebanyak 118 orang yang meninggal, 5.329 orang luka-luka, 7 orang hilang dan Faktor tersebut yaitu : 1) bencana dapat terjadi karena fenomena alam seperti Tsunami, letusan gunung berapi, gempa bumi, kekeringan, penyakit pada tanaman atau hewan peliharaan, dan seterusnya, 2) bencana dapat terjadi karena perbuatan manusia terhadap lingkungannya, seperti banjir, tanah longsor, wabah penyebab virus, dan seterusnya, dan 3 Makalah Geologi Rekayasa tentang “TSUNAMI” ini kami susun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Geologi Rekayasa. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan memerlukan banyak perbaikan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyempurnaan makalah ini. Hal tersebut akan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah korban dan area terdampak apabila terjadi bencana. Pemerintah dan masyarakat harus memiliki struktur dan perangkat dalam antisipasi bencana tsunami. Mitigasi bencana dan adaptasi bencana perlu melebur dalam perencanaan dan pemanfaatan ruang di Kota Palu. Mitigasi pada prinsipnya harus dilakukan untuk segala jenis bencana, baik yang termasuk ke dalam bencana alam (natural disaster) maupun bencana sebagai akibat dari perbuatan manusia (man-made disaster) Pengertian bencana alam. Bencana alam” terdiri dua kata pembentuk frasa, yaitu “bencana” dan “alam”. Decky, Fitri 94 Dampak Bencana Alam … bencana alam khususnya pasca bencana alam adalah penelitian (Skidmore & Toya, 2002) yang melihat bencana alam sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi wilayah jangka panjang dengan menggunakan teori Creative Destruction yang sebelumnya telah dikemukakan oleh Schumpeter sebagai dasar teori utama. 1EOh.